Bangka, Liputanedukasi.com – Puluhan siswa SMA Negeri 1 Pemali tampak semangat mengikuti Workshop Pengenalan Internet of Things (IoT) yang digelar oleh dosen-dosen dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel), Jumat (09/05/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sekaligus inisiatif HMJ Rekayasa Elektro dan Industri Pertanian bertajuk Tektronika Goes To School dengan tema IoT Explorer Membuka Pintu Inovasi Bagi Generasi Muda.
Workshop yang melibatkan 34 siswa kelas X dan XI ini menghadirkan jajaran dosen dari Jurusan Teknik Elektronika dan TRPL Polman Babel. Mereka adalah Peprizal, S.T., M.Pd.T., Ade Putra Maulana, M.Tr.T., Evvin Faristasari, M.Sc., Sirlus Andreanto Jasman Duli, S.Pd., M.T., Enggar Hero Istoto, S.Si., M.En., M. Hizbul Wathan, M.Kom., dan Better Swengky, M.Kom. Sementara dari pihak sekolah hadir Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Agus Irawan, S.Pd., dan Guru BK, Ibu Putri, yang mewakili Kepala Sekolah Ibu Eflina, M.Pd.
Materi workshop diawali dengan pengenalan konsep dasar Internet of Things (IoT) dalam kehidupan sehari-hari secara interaktif. Para siswa kemudian diajak praktik langsung merakit Smart Lamp, yaitu sistem lampu pintar berbasis IoT yang dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui ponsel Android. Praktik ini dipandu langsung oleh para dosen dan mahasiswa Polman Babel.
Saat ditemui, Rabu (14/05/2025) Salah satu Dosen Ade Putra Maulana, M.Tr.T., kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam memperkenalkan teknologi masa depan kepada generasi muda menjadi bukti bahwa mereka punya ketertarikan besar terhadap teknologi. Harapannya, program ini bisa berkelanjutan agar memberikan dampak nyata pada peningkatan literasi digital pelajar,” ujarnya.
Senada dengan itu, Peprizal, S.T., M.Pd.T. menyebutkan bahwa pemilihan tema IoT sangat relevan dengan perkembangan zaman. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengenalan teknologi, tetapi juga bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami bangga melihat semangat siswa yang ingin belajar hal baru, khususnya di bidang teknologi,” katanya.
Lebih lanjut, para dosen menyadari bahwa siswa SMA umumnya belum akrab dengan ilmu keteknikan. Namun melalui kegiatan praktik seperti perakitan Smart Lamp, mereka diberi pengalaman langsung menerapkan ilmu yang sebelumnya belum mereka kenal.
“Tak hanya belajar teori, para siswa juga diasah kemampuan problem solving-nya saat menghadapi tantangan teknis dalam merakit sistem,” imbuhnya.
Evvin Faristasari, M.Sc., menambahkan bahwa penguasaan teknologi tidak cukup hanya dengan menjadi pengguna, tetapi juga harus mampu menjadi inovator. Smart Lamp adalah contoh sederhana dari bagaimana IoT bisa diterapkan untuk efisiensi energi dan kenyamanan hidup. Ini langkah awal yang bagus untuk membuka wawasan siswa sebagai calon inovator masa depan,” ungkapnya.
Menurutnya, penggunaan Smart Lamp sebagai contoh kasus memberikan dampak langsung. Lampu yang bisa dikontrol dari jarak jauh ini tidak hanya canggih, tetapi juga efisien dari segi energi, waktu, dan biaya.
“Penerapan teknologi seperti ini sangat relevan untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan layak dikenalkan sejak dini kepada generasi muda,” sebutnya.
Better Swengky, M.Kom., juga mengapresiasi semangat peserta. Ia menyampaikan bahwa workshop ini adalah upaya konkret dari Polman Babel untuk menanamkan pemahaman dasar IoT sekaligus mendorong pelajar agar akrab dengan dunia teknologi yang terus berkembang. Respons positif dari siswa sangat menggembirakan. Banyak yang tertarik melanjutkan belajar di bidang teknologi setelah ikut pelatihan ini,” ucapnya.
Salah satu siswa Maudy Apriliyani mengungkapkan bahwa pengalaman merakit Smart Lamp membuatnya semakin paham bagaimana teknologi bekerja dan betapa menariknya dunia teknik. “Sekarang saya jadi tahu kalau teknologi itu bukan cuma aplikasi di HP, tapi bisa kita buat dan kembangkan sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Agus Irawan, S.Pd. menuturkan melihat siswa ingin tahu yang begitu besar, kami berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara rutin dan menyasar lebih banyak peserta dari berbagai jenjang serta mampu menjadi jembatan bagi siswa SMA untuk lebih mengenal dunia politeknik dan membuka peluang karier di bidang teknologi ke depannya,” pungkasnya. (Tim)


















