Liputanedukasi.com, Sungailiat – Kesan mendalam mewarnai penandatanganan kerja sama antara DPC HNSI Kabupaten Bangka dan Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung yang berlangsung di gedung Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Budidaya Perikanan, Rabu (23/09/2026).
Penandatanganan kerja sama dalam memperkuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemecahan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di sektor perikanan, tampak hadir Wakil Direktur III Polman Babel, Eko Sulistyo, M.T., Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, Harwadi, M.Ed., Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Somawardi, M.T., Kepala Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Budidaya Perikanan, Dewi Tumatul Aini, M.Si., beserta jajaran dosen homebase perikanan.
Sementara itu, dari DPC HNSI Kabupaten Bangka hadir Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Lukman, S.Pd., beserta jajaran pengurus dan Laskar Pesisir yang menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama

Dalam kesempatan itu, Wakil Direktur III Polman Babel, Eko Sulistyo, M.T., menegaskan kerja sama ini suatu keharusan bagi akademisi untuk mengembangkan keilmuan yang berguna. Apalagi dengan adanya HNSI, kita bisa saling bertukar pikiran terkait berbagai persoalan di sektor perikanan,” ucapnya.
Selain itu, kerja sama membuka peluang untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat terutama para nelayan dan pelaku budidaya perikanan.
“ Apabila ada permasalahan harus ada jawaban sesuai kebutuhan nelayan, maupun dalam budidaya kepiting dan udang serta tidak menutup kemungkinan pengurus HNSI juga dapat terlibat sebagai dosen praktisi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eko berharap kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai program yang memiliki dampak positif yang memuaskan,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Lukman, S.Pd., menyampaikan kerja sama dapat dimulai dari program-program sederhana sebelum dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar mendukung pembangunan daerah sebab suatu kepuasan organisasi HNSI,” terangnya.
Bahkan, kerja sama bukan seremonial tetapi harus ada output yang bisa dihasilkan karena HNSI organisasi tempat wadah para nelayan ditampung dengan berbuat positif di sektor perikanan berbagai masukan dan membutuhkan dukungan perguruan tinggi Polman Babel dalam mencari solusi atas berbagai hambatan yang dihadapi,” tandasnya.

Lanjutnya, sejumlah gagasan program, sudah ada pengembangan budidaya sotong dan lobster mutiara di kawasan Jelitik dan berencana mengusulkan program pom mini di tengah laut untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi para nelayan dapat lebih terakomodasi,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan ditutup, dengan pertukaran cendera mata antara Polman Babel dan DPC HNSI Kabupaten Bangka, sekaligus menjadi penanda terjalinnya hubungan baik dalam mendorong pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan,” akhirnya. (jj)







